
Jakarta - Negara manakah yang menjadi penyerang terbesar lalu lintas internet? Jawabannya adalah Jepang. Di kuartal kedua tahun ini, sekitar 30 persen serangan lalu lintas internet berasal dari Negeri Sakura.
Demikian dikutip detikINET dari Networkworld, Jumat (12/9/2008). Hal ini terungkap dalam laporan yang dilansir perusahaan provider distribusi konten internet, Akamai Jepang. Di posisi kedua ada Amerika Serikat (21,5 persen), dan China menempati posisi ketiga (16,8 persen).
Negara-negara lain yang juga merupakan sumber paling signifikan serangan lalu lintas internet, serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dan pembajakan Domain Name System (DNS) adalah Jerman, Ukraina, Korea Selatan, Taiwan, Perancis, Rusia, dan Polandia.
Selain itu, Akamai juga melaporkan perihal penetrasi internet, dan kecepatan akses internet negara-negara di dunia. Dalam hal penetrasi internet, negara adidaya, Amerika Serikat, ternyata masih tertinggal dari beberapa negara lain, seperti Swedia, Norwegia, Islandia, Finlandia, Belanda.
Sementara, berbicara masalah konektivitas internet, negara-negara yang memiliki akses internet tercepat antara lain Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, Swedia, Belgia, Kanada, Denmark.
Sumber : detikNet

London - Sebuah game bernama Muslim Massacre memancing amarah kaum muslim. Bagaimana tidak, game tersebut dinilai terlalu rasis dan ekstrim. Game komputer tersebut diperankan oleh jagoan yang merupakan seorang tentara Amerika Serikat. Misi yang harus dijalankan sang jagoan adalah untuk 'menyapu bersih' kaum muslim.
Tentara tersebut dilokasikan dengan parasut ke Timur Tengah, bersenjatakan senjata dan rocket launcher. Tujuannya adalah untuk membunuh kaum arab sebanyak-banyaknya - beberapa dari mereka berbusana seperti teroris, yang lainnya merupakan rakyat biasa.
Level game terus meningkat, dari membasmi rakyat biasa hingga memburu Osama Bin Laden kemudian Nabi Muhammad dan terakhir adalah rajanya, Allah. Tentunya game yang bisa didownload secara gratis di internet ini memancing amarah kaum muslim.
"Mengajak anak-anak dan kaum muda untuk membunuh kaum muslim lewat game adalah sangat tidak bisa diterima, sangat rendah dan sangat menyinggung," tutur Mohammed Shafiq, ketua Ramadhan Foundation yang merupakan bagian dari organisasi British Muslim Youth seperti dikutip dari TimesOnline, Jumat (12/9/2008).
Untuk negara bagian Inggris, Shafiq bahkan meminta Internet Service Provider setempat untuk memblokir akses ke game rasis ini.
Sebenarnya dari segi tampilan, game ini hampir mirip dengan game arcade lainnya. Hanya saja, misi yang harus ditempuh sangat berbau rasis.
Adalah Seorang programmer yang menyebut dirinya sebagai 'Sigvatr' yang menggelontorkan game rasis ini. "Saya bahkan tak tahu bagaimana menilai diri saya sendiri. Yang penting adalah saya enjoy membuatnya dan game itu sangat menyenangkan untuk dimainkan," ujar Sigvatr dalam forum SomethingAwful.com.
Namun setelah dikritik soal unsur sara yang sangat kental, Sigvatr menjelaskan, para muslim yang direpresentasikan di game bukanlah dimaksud untuk kaum muslim secara umum. Namun, karena sudah bisa didownload untuk umum, game ini memicu banyak kecaman.
Game tersebut sebenarnya sudah muncul sejak Januari 2008 ini, namun kini gaung game Muslim Massacre semakin menyebar bersamaan dengan ramainya dibahas di blog-blog pemerhati game.

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan solusi teknologi informasi (TI) dan komunikasi, Fujitsu Asia, bersama VMware Inc pekan lalu meluncurkan perjanjian distribusi OEM (original equipment manufacturer) virtualisasi server untuk pasar ASEAN.
Melalui perjanjian itu, Fujitsu Asia bisa menjual virtualisasi VMware pada server-server Fujitsu yang berbasis Intel seperti PRIMERGY dengan support penuh dari Fujitsu yang meliputi konsultasi, hardware, software, integrasi sistem, hingga maintenance, demikian siaran pers Fujitsu Indonesia yang diterima ANTARA News.
“Kami sangat senang untuk mengembangkan hubungan yang lebih jauh dengan VMware, yang telah memberikan standar de facto dalam solusi virtualisasi,” kata Vice President Platform Solution Group Fujitsu Asia, Motohiko Uno.
“Perjanjian ini merupakan komitment Fujitsu yang lebih jauh dalam Green IT. Kami berfokus untuk membantu para pelanggan dalam segala bisnis untuk mengurangi biaya, kompleksitas, dan dampak lingkungan secara signifikan di semua kategori pelayanan perusahaan.”
Menurut General Manager VMware Asia South, Jim Lenox, pelanggan VMware menggunakan virtualisasi VMware untuk menciptakan lingkungan insfrastuktur TI yang kuat, efisien, dan dapat diandalkan. Virtualisasi VMware akan membantu menggabungkan hardware, meningkatkan level pelayanan, serta merampingkan pengembangan dan pengujian.
“Dengan support penuh dari Fujitsu, sekarang para pelanggan dapat merasa tenang dan dapat memicu mereka untuk memaksimalkan investasi mereka dalam vistualisasi VMware untuk mempermudah manajemen datacenter dan memperbaiki efisiensi energy,” kata Lenox.
Virtualisasi VMware telah digunakan oleh lebih dari 120.000 pengguna di seluruh dunia.
Para pengguna sekarang bisa membeli VMware Infrastruktur 3 yang merupakan paket virtualisasi dan manajemen datacenter untuk industri yang dibundel dengan Fujitsu PRIMERGY dengan support penuh dari Fujitsu.
VMware Infrastructure 3 memungkinkan automatic load balancing, bisnis yang berkelanjutan, dan manajemen power serta memiliki kemampuan menggerakkan sebuah mesin virtual untuk meminimalisir terjadinya interupsi servis. VMware Infrastructure 3 juga compatible dengan solusi virtualisasi dan manajemen VMware untuk desktop.
Dirancang untuk platform Linux dan Windows, lini produk PRIMERGY yang terdiri dari mission-critical servers berupa blade, rack, dan tower servers, baik untuk kelas entry-level maupun enterprise, dan yang dibuat untuk kinerja optimal dengan konsumsi energi yang rendah dan kemampuan untuk mengurangi panas.
Server blade PRIMERGY BX620 S4 misalnya, mampu bekerja dengan procesor Intel Xeon dual- atau quad-core dan didesain secara spesifik untuk efisiensi energi, aplikasi datacenter yang berskala besar.
Fujitsu Asia sekarang juga menawarkan Resource Coordinator Virtual Server Edition (RCVE), produk pelengkap untuk virtualisasi VMware, yang lebih jauh akan meningkatkan bisnis yang berkelanjutan.
RCVE Fujitsu mampu mengontrol server, baik secara fisik maupun virtual, dengan menggunakan single management view. Hal ini memungkinkan solusi server PRIMERGY dan storage ETERNUS yang terintegrasi, untuk mengantisipasi terjadinya kegagalan sistem, baik pada server secara fisik, maupun virtual, sehingga menyediakan sebuah lingkungan yang handal.
Fujitsu Asia dalam waktu dekat akan melayani paket baru untuk solusi virtualisasi server untuk kawasan ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam.
Sumber : Antara News
Hewlett-Packard Genjot Penawaran Virtualisasi
Posted by Rizal | 2:53 PM | News Teknologi | 0 comments »
Jakarta - Hewlett-Packard (HP) mengenjot penawaran produk dan layanan untuk teknologi virtualisasi Microsoft. Kedua perusahaan memang berkolaborasi membuat sebuah pusat teknologi.
Virtualisasi belakangan konon sedang ngetren di industri Teknologi Informasi. Teknologi itu disebut bisa mengurangi biaya dan risiko. "Karena, Virtualisasi kini telah berkembang dari sekadar teknologi taktis menjadi strategi transformasi utama," kata Aman Dokania, General Manager, Infrastructure Software, Technology Solutions Group, HP Asia Pacific and Japan dalam siaran pers yang diterima detikINET, Kamis (11/9/2008).
Terkait dengan kerjasamanya dengan Microsoft, HP pun menggenjot produk-produk yang disebut cocok untuk lingkungan virtualisasi berbasis teknologi Microsoft. Ini termasuk server HP ProLiant dan HP BladeSystem, HP StorageWorks dan HP Thin Client, serta HP software.
Saat ini HP dan Microsoft sedang mengembangkan pusat teknologi di Reston, Virginia, Amerika Serikat. Pusat gabungan HP dan Microsoft ini diperuntukkan bagi pasar negara-negara bagian Amerika Serikat.
Selain produk, HP juga menawarkan pelatihan dan pendidikan bagi perusahaan yang akan menerapkan virtualisasi tersebut. Ini termasuk pelatihan di kelas, pelatihan online secara langsung, e-learning yang dapat dipelajari sendiri serta beragam pilihan pembelajaran informal.
Teknologi Microsoft dalam virtualisasi adalah Microsoft Windows Server 2008 Hyper-V dan Microsoft Hyper-V Server. Disebutkan bahwa HP ProLiant adalah salah satu platform yang digunakan Microsoft dalam pengujian dan pengembangan sistem tersebut.
Sumber : detikNet

Jakarta - Fujitsu Asia Pacific perkenalkan komputer jinjing anyarnya yang sudah tertanam prosesor terbaru Intel, Centrino 2. Untuk jajaran produk terbarunya ini, remaja jadi incaran Fujitsu. Hal ini diungkapkan melalui warna-warna yang disediakan.
"Kami sangat tau dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Dengan Fujitsu L1010, Generation Y-ers akan lebih menyenangkan karena kami menyediakan 5 pilihan warna. Pada edisi kali ini, desain Fujitsu lebih difokuskan pada casing warna yang notebook L1010 ini. Warna-warna tersebut dapat mencerminkan personaliti masing-masing anak muda," ucap Myrchelle Ng, Director of Marketing Communication Fujitsu Asia Pacific yang dilansir detikINET dari Softpedia, Kamis (11/9/2008)
Adapun warna yang ditawarkan antara lain kombinasi antara putih dan pink, hitam, biru kehijau-hijauan, pink dan ungu.
Untuk produk terbarunya ini, Fujitsu sudah menggunakan teknologi prosesor Intel Centrino 2 dengan chipset PM45 atau GM45. Untuk berselancar di internet, Fujitsu L1010 ini juga dilengkapi koneksi nirkabel Intel WiFi Link 500AGN.
Laptop ini mempunyai ukuran layar LCD 14.1" dan untuk tampilan grafis dan gaming yang mendukung, NVIDIA GeForce 9300M GS juga tertanam di dalamnya. Sementara untuk fitur keamanan, laptop ini sudah dilengkapi fitur BIOS Hard Disk Lock dan Anti-theft Lock. Selain itu laptop ini juga menggunakan tombol ECO, dimana pengguna dapat menghemat pemkaian baterai.
Pihak Fujitsu Asia Pacific belum memberitahu berapa harga yang akan dibandrol untuk laptop ini. Namun dikatakan, tak lama lagi akan beredar di wilayah Asia.

Jakarta - Selain Flexi, Telkom juga mengandalkan produk internet Speedy dan telepon kabel sebagai ladang pendapatannya. Speedy yang kini sudah dipakai oleh lebih dari 200 ribu pelanggan di Jabodetabek, merupakan bagian 3,5 juta pelanggan yang masih
berlangganan telepon kabel.
Pelanggan kedua layanan itu rata-rata mengeluarkan biaya pemakaian (average revenue per user/ARPU) sekitar Rp 200 ribu tiap bulannya. Cuma Flexi yang ARPU-nya 50 ribu. Meski ARPU telepon kabel masih cukup tinggi, namun ke depannya, layanan itu katanya akan lebih difokuskan untuk koneksi data.
"Kita akan restrukturisasi layanan, di mana layanan voice lebih difokuskan ke Flexi, sementara telepon rumah kabel kita arahkan untuk layanan data triple play bersama dengan Speedy," kata Mas'ud.
Dalam prosesnya merestrukturisasi layanan, Telkom juga menunggu sistim tagihan (billing) selesai di-upgrade. Sehingga pelanggan Telkom yang berlangganan Speedy, Flexi, dan telepon kabel sekaligus, bisa mendapatkan tagihan yang lebih murah.
"Dengan satu tagihan, pelanggan bisa memilih program menarik sesuai keinginan. Misalnya, abonemen bisa gratis, atau tagihan satu juta rupiah untuk pemakaian semua layanan melalui paket hemat keluarga. Bisa saja. Telekomunikasi jadi lebih murah," ujar Mas'ud.
Berbicara mengenai Speedy, Mas'ud menilai tingkat kepuasan pelanggan layanan internet broadband ini semakin membaik. Dari 25 ribu sambungan Speedy yang berhasil dipasarkan Divre II setiap bulannya, jumlah pelanggan yang berhenti berlangganan tak lebih dari 5%. "Artinya, banyak pelanggan yang merasa puas."
Meski demikian, Mas'ud akan terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan agar pelanggan Speedy bisa mendapatkan benefit yang lebih baik lagi. Sebab, Speedy kini telah menjadi ujung tombak pendapatan Telkom setelah seluler melalui anak usaha Telkomsel.
Sumber : detikNet

Jakarta - Greenpeace terus mengawasi tindak tanduk para perusahaan elektronik dunia. Belakangan, lembaga aktivis lingkungan ini mengumbar pujian untuk Apple karena iPod barunya.
Padahal, sebelumnya, Greenpeace kerap kali melakukan protes keras terhadap para perusahaan yang tak mempedulikan dampak lingkungan. Mereka pun tak segan untuk memberikan gelar 'terjorok' bagi perusahaan yang tak mau memperbaiki kebijakan lingkungannya.
Namun, tak semua reaksi Greanpeace berupa cibiran. Untuk Apple misalnya, dianggap lebih 'hijau' karena telah memperbaiki kadar penggunaan PVC dan brominated dalam iPod nano anyarnya.
"Greenpeace percaya bahwa iPod generasi terbaru ini telah mengurangi kadar bahan-bahan beracun secara signifikan dari sebelumnya," kata organisasi ini dalam pernyataannya.
Dan untuk Apple sekalipun, Greepeace mengaku tak selalu melontarkan pujian. Organisasi pecinta lingkungan ini sebelumnya juga pernah menganggap perusahaan yang dipimpin Steve Jobs tersebut menjadi salah satu perusahaan yang harus didorong untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya serta memperbaiki kebijakan daur ulang mereka.
"Tapi kita tahu bahwa Jobs dan timnya telah melangkah ke depan, dan menjadi pemimpin industri yang hijau," puji Casey Harrell, aktivis Greenpeace yang dikutip detikINET dari Vnunet, Kamis (11/9/2008).
Sumber : detikNet














